Bertemu Naga Bonar
No…lo mau ke Senayan ga..?gue disuruh ama temen gue ketemu ama pengusaha batak…”ajak Anri sambil membawa motornya
aku pun mengangguk dan bersedia untuk pergi bersama Anri dan aku pun memakai helmku dan naik ke motor Anri
“emangnya namanye siape?”tanyaku
“pak Bonaga!”jawab Anri
lalu motor pun melaju dengan kencang dan di perjalanan akupun berfikir
kayaknya gue pernah denger dehh….ohhh iya…anaknya NAGABONAR!
Semoga saja Nagabonar ada disitu..hehehehehehhehehehehehe
Sesampainya di Senayan kulihat apartemennya yang bertuliskan “SENAYAN POINT”
Dan aku pun langsung masuk apartemen itu dan masuk lift dan si Anri menekan tombol 4 dan masuk kamar nomor 234. dan kami membuka pintu ternyata Opung Nagabonar yang sedang membaca koran
“Maaf bisa beretemu pak Bonaga…?”Tanya Anri
“dia sedang ada meeting sebentar di kantornya silahkan menunggu disini..”jawab Opung
aku dan Anri duduk manis sambil menunggu kedatangan pak Bonaga lalu opung itu bertanya kepada kami
“darimana?”
“Depok Opung…”jawabku
“tahu darimana kalau aku opung?”Tanyanya sambil membaca Koran
“dari bapak saya…kebetulan bapak tahu nama bapak karena bapak saya lama di medan..… ”jawabku
“hmmm…..dengan siapa kau datang kemari…?”Tanyanya lagi
“nihh orang jepang opung..”
lalu Opung kaget dan menutup korannya dan meilhat Anri dengan tatapan yang tajam alias melotot
“maaf bukan pung dia lahir disini lama di Jepang pung…”aku memberitahu
“ohh…”
lalu opung membaca Koran lagi dengan santai
lalu Anri melihat ada majalah VETERAN dan judul sampulnya bertuliskan ‘ROMUSHA YANG DISIKSA..’
lalu kulihat Anri membacanya dan aku nginceng sambil membacanya kulihat ada berita yang bertuliskan ‘KAMI MENUNTUT PENJAJAH JEPANG YANG TIDAK MEMBERIKAN UPAH KEPADA KAMI..’ dan kulihat ada korban jugun ianfu ‘MASA MUDA YANG MENYEDIHKAN’
‘ZAENAL MUSTOFA…JEPANG NEGARA FASIS…’
‘SUPRIYADI YANG HILANG..’
lalu Anri membacanya dan dengan senyuman yang sinis dan membanting majalah tersebut
“ALAY…LEBAY MAJALAH INI…LO DIBAYAR AJE PROTES JEPANG TUHH NGASIH KEMERDEKAAN MEMBAWA MISI PERDAMAIAN…MAJALAH BOHONG…”
“rii…jangan rii..kalo’ ama gue sihh gapape..tapi di depan dia..jangan rii..”
memang si Anri lama tinggal di Jepang jadi yahhh…dia tetap membela negara matahari itu dia selalu saja menganggap semua peradaban dunia ada di Jepang danmanusia diciptakan pun di Jepang yahh..memang rata-rata orang-orang seperti itu ‘ego’ nasionalismenya tinggi.dan dia masih memegang slogannya ‘ORE WA NIHONGO NIPPON AISHITERU....’(walau raga kita terpisah jauhhh..namun kita selalu dekat…)
Lalu opung Nagabonar pun berdiri dari kursinya melepas kacamatanya dan memandang si Anri dengan sinis
“KAU TAHU AKU SIAPA?”
“kakek yang sudah tua..”jawab Anri dengan polos
“KAU LAHIR DIMANA?”
“disini..”
“KENAPA KAU MEMBELA NEGARA JEPANG??”
“karena mereka negara maju….negara maju harus dibela..harus dibela dan ekonominya maju…teknologi maju…jadi..”
“DIAM KAU!”bentak Opung Nagabonar
“heyy…dia temanmu??”Tanya opung kepadaku
aku hanya terdiam dan mengangguk
“jadi pak…negara maju itu…”Anri melanjutkan bicaranya
“DIAM KAU…!”bentak opung lagi
“Kenapa bisa disebut negara maju?”
“Karena negara itu tidak pernah dijajah…dan menjajah..”
“APA KATA DUNIAA..KALAU ORANG INDONESIA MEMBELA NEGARA JEPANG???..MEREKA SUDAH AKU BUNUH WAKTU MEREKA SEDANG MABUK SEMALAM MATI MEREKA DIMAKAN CACING…”Opung marah
“apakah Indonesia bisa disebut negara maju….?”Tanya opung lagi
“bisa kalau menjajah negra lain itu bisa disebut negara maju…”
“kau hafal Pembukaan UUD ’45…??”Tanya opung lagi
“itu tidak penting pak…?karena itu tdak menghasilkan uang..buat apa menghafal sebanyak itu klau tidak menghasilkan uang.. karena waktu ada.”
“DIAM KAU!”bentak opung ketigakalinya
“Penjajahan diatas duna itu harus dihapuskan karena tidak sesuai peri kemanusiaan dan peri kadilan…gimana??”
“kau hafal Indonesia Raya?”
Anri hanya menggelengkan kepalanya
“kau hafal kimigayo?”
“Hafal!”
“coba kau nyanyikan…”
“kimigayo…”
“DIAM..AKU MUAK MENDENGAR LAGU PENJAJAH ITU LAGI…”
“no…kenapa sih ada kakek-kakek Alay di apartemen yang semewah ini…ini tuhh pantesnya di gubuk bambu tahu..”bisik Anri kepadaku
“dia kan dah tua…rii..dia kan bapaknya pak Bonaga…”aku menasehatinya
lalu pak Bonaga itu datang
“he..nunggu lama ya…sorry ada meeting sebentar…maaf nihh ga dikasih kopi…soalnya kopinya ga ada…”
“owhh dahh dikasih kopi pahit sama bapak anda……”kata Anri sambil menunjuk Opung Nagabonar
“owhh..bapak…terima kasih banyak yaa…bapak ternyata bisa bikin kopi juga…”
kulihat Opung hanya tersenyum
kami pun keluar ruangan dan kami pun menuju ruang pertemuan
“Pak..maaf pak kalo’ saya jadi bapak saya usir dia dari rumah saya saya bawa ke panti jompo..”
“janganlahh…dia sudah jadi pahlawan…”
“Pahlawan???…”
“rii…dia dah jadi pahlawan dia dahh berjuang membela tanah air dari Penjajah..”kataku memberitahu Anri sambil menuju ruang pertemuan
“walaupun kau tinggal disana..tapi kau harus membela negara iniilahh…”kata Pak Bonaga menasehati Anri.
“kau hanya mementingkan uang saja…”sindir pak Bonaga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar